Blog

February 3, 2013

Kunjungan Dan Silaturahmi Wamendikbud RI Bidang Pendidikan di Kabupaten Karimun

Tanjung Balai Karimun, 2 Februari 2013. Kabupaten Karimun pada hari sabtu, 2 februari 2013 kedatangan Bapak Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Wamendikbud RI), Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. ikut serta dalam rombongan Bapak Wamendikbud RI adalah Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Bapak Asman Abnur. Kemudian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Bidang dan Staf di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Kedatangan Bapak Wamendikbud RI beserta rombongan ke Kabupaten Karimun merupakan suatu penghargaan bagi Pemerintah Kabupaten Karimun dan khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, mengingat kesibukan beliau saat ini namun masih berkesempatan hadir untuk bersilaturahmi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, lebih khusus lagi beliau ingin bertemu dan bertatap muka dengan para Kepala Sekolah dan Guru yang ada di Kabupaten Karimun. Sesaat setelah tiba di Tanjung Balai Karimun, Bapak Wamendikbud RI dijamu di Kediaman Bupati Karimun. Kemudian dilanjutkan dengan mengelilingi Pulau Karimun yang didampingi oleh Bapak Bupati Karimun, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, M.S. Sudarmadi, S.Pd., M.M., serta beberapa Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.

 

Sekitar pukul 13.00 wib, Bapak Wamendikbud bersama Bapak Bupati Karimun dan rombongan tiba di Gedung Nasional Kabupaten Karimun. Diawali dengan sekapur sirih dari Bupati Karimun, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwasannya Kabupaten Karimun memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar. Karena itu, Bapak Bupati Karimun secara khusus meminta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Bapak Wamendikbud RI untuk membantu meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Karimun, khususnya pendidikan kejuruan, diantaranya pendirian Sekolah Menengah Kejuruan yang memiliki bidang studi keahlian pelayaran dan Akademi Komunitas Pelayaran dan Kelautan. Hal ini didasari dengan kondisi geografis Kabupaten Karimun yang luas wilayah lautnya lebih besar dibanding daratannya.

Bapak wamendikbud RI dalam pengarahan dan ceramahnya lebih menekankan pada sosialisasi kurikulum 2013. Pada hakekatnya, kurikulum 2013 bukanlah kurikulum baru. Hal ini ditegaskan oleh Bapak Wamendikbud RI agar masyarakat khususnya para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Karimun tidak terjebak pada opini yang berkembang di beberapa media di Jakarta, yang mengatakan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum baru. Kurikulum 2013 hanyalah penyempurnaan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Bapak Wamendikbud RI menyampaikan bahwa penekanan untuk pengembangan Kurikulum 2013 didasarkan atas pertimbangan tingginya tantangan masa depan yang harus dihadapi, diantaranya : Globalisasi (WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA); Masalah lingkungan hidup; Kemajuan teknologi informasi; Konvergensi ilmu dan teknologi; Ekonomi berbasis pengetahuan; Kebangkitan industri kreatif dan budaya; Pergeseran kekuatan ekonomi dunia; Pengaruh dan imbas teknosains; Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan; serta Materi TIMSS dan PISA.

Ditambah lagi, dari hasil penelitian yang dilakukan di beberapa Negara termasuk Indonesia terhadap siswa tingkat 8 (8th Grade) pada mata pelajaran Matematika, lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu menjawab pertanyaan sampai level menengah, sementara hampir 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Pada mata pelajaran sains, lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara hampir 40% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dan untuk pelajaran bahasa, lebih dari 95% siswa Indonesia hanya mampu sampai level menengah, sementara lebih dari 50% siswa Taiwan mampu mencapai level tinggi dan advance. Dengan keyakinan bahwa semua anak dilahirkan sama, kesimpulan dari hasil ini adalah yang diajarkan di Indonesia berbeda dengan yang diujikan [yang distandarkan] internasional.

Bapak Wamendikbud RI juga menyampaikan bahwa dengan diterapkannya Kurikulum 2013 ini diharapkan dapat menghasilkan kompetensi masa depan yang dimiliki oleh anak-anak generasi penerus bangsa ini. Kompetensi masa depan itu diantaranya : Kemampuan berkomunikasi; Kemampuan berpikir jernih dan kritis; Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan; Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab; Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda; Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal; Memiliki minat luas dalam kehidupan; Memiliki kesiapan untuk bekerja; Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya; serta Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. Adapun tema dari Kurikulum 2013 ini adalah Kurikulum yang dapat menghasilkan insan indonesia yang Produktif, Kreatif, Inovatif, Afektif melalui penguatan Sikap (Attitude), Keterampilan (Skill), dan Pengetahuan (Knowledge) yang terintegrasi.

Langkah-langkah penguatan tata kelola yang dilakukan oleh Pemerintah, yang dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dalam penerapan Kurikulum 2013 ini yaitu Menyiapkan buku pegangan pembelajaran yang terdiri dari Buku pegangan siswa dan Buku pegangan guru; Menyiapkan guru supaya memahami pemanfaatan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lain yang dapat mereka manfaatkan; serta Memperkuat peran pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah pelaksanaan pembelajaran. Kurikulum 2013 ini juga akan meningkatkan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas, yaitu kurikulum berbasis proses pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui proses mengamati, menanya, menalar dan mencoba [observation based learning] untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Disamping itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaringan melalui collaborative learning. Selain meningkatkan proses pembelajaran, Kurikulum 2013 ini juga menyentuh pada proses penilaian yang mendukung kreativitas, yaitu mencakup proses penilaian yang menekankan pada proses dan hasil sehingga diperlukan penilaian berbasis portofolio (pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll).

Pada akhir pengarahan dan ceramahnya, Bapak Wamendikbud RI mengharapkan seluruh stakeholder, khususnya para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Kabupaten Karimun untuk menerima Kurikulum 2013 dan direspon oleh seluruh peserta yang hadir dengan menyatakan bahwa Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Karimun SIAP melaksanakannya. Setelah selesai menyampaikan sosialisasi Kurikulum 2013 ini, Bapak Wamendikbud RI langsung kembali ke Batam untuk selanjutnya kembali ke Jakarta malam itu juga. Tampak hadir dalam acara ini Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Karimun H. Abdullah Jamal, Ketua Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) Kabupaten Karimun H. Harris Fadillah serta beberapa pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, diantaranya Asisten Pemerintahan Raja Usman, Asisten Administrasi Umum Dr. Syamsuardi, Kepala Bappeda Dr. H.T.S. Arief Fadillah, Kepala Dinas Perhubungan Cendra NZ, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Muhd. Firmansyah, M.Si, Staf Ahli Bupati Karimun M. Tang dan Bakhrizal, serta Kepala Bagian Humas Yosli ST.


 

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *